Salam Kami

Welcome....Ahlan.....dan Selamat Datang..!!! di Blog kami. Blog ini adalah blog yang di tangani oleh OPKIIS (Organisasi Pelajar Kafila International Islamic School)

Dengan adanya blog ini semoga mempermudah para pengunjung, untuk lebih mengenal kami. Dan akhirnya, kami ucapakan terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua.

  • Post 1
  • Post 2
  • Post 3

Content

حق المسلم على المسلم

Sunday 0 komentar
عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : حق المسلم على المسلم ست : قيل :ما يا رسول الله؟ قال : إذا لقيته فسلم عليه, وإذا دعاك فأجبه, وإذا استنصحك فانصح له, وإذا عطس فحمد الله فشمته, وإذا مرض فعده, وإذا مات فاتبعه. رواه مسلم : 1565   
Dari hadist diatas bahwa salah satu hak-hak muslim kepada sesama muslim adalah kita berkewajiban untuk menjenguk sudara kita yang sedang sakit.
Dalam hal ini Rosulullah SAW memberitahu kita bahwa kita harus menjenguk saudara kita yang sedang sakit, kenapa?
·         Karena orang yang sedang sakit keadaan psikologinya atau kejiwaannya sedang terganggu, sehingga kita dianjurkan untuk menjenguknya agar psikologinya terhibur , sehingga membantunya untuk pulih kembali.
·         Karena dengan menjenguk saudara kita yang sedang sakit, sama saja kita bersilaturrahim, sehingga memperkuat tali persaudaraan diantara kita semua.
Dan ketika kita menjenguk saudara kita yang sedang sakit, kita harus meluruskan niat kita hanya untuk mendapat ridho dan pahala dari Allah SWT.
Dan keutamaan menjenguk orang sakit adalah, sebagaimana tersebut dalam hadist Rosulullah SAW
ما من مسلم يعود مسلما غدوة إلا صلى عليه سبعون ألف ملك حتى يمسي وإن عاده عشية إلا صلى عليه سبعون ألف ملك حتى يصبح وكان له خريف في الجنة. رواه الترمذي : 969
Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya sesame muslim yang sakit pada wakti pagi, melainkan 70.000 malaikat akan mendo’akanya sampai waktu sore. Apabila ia menjenguknya pada waktu sore , maka 70.000 malaikat akan mendo’akanya sampai waktu pagi. Ia pun akan mendapatkan taman di surga.
Dari hadist diatas dapat kita bayangkan betapa besarnya pahala bagi orang yang menjenguk saudaranya yang sakit, maka beruntunglah orang yang mau menjenguk saudaranya yang sakit.
Apabila seseorang menjenguk saudaranya, maka hendaknya mendo’akanya dengan berkata sebagaimana sabda Rosulullah SAW :
أذهب البأس رب الناس واشف أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاء لا يغادر سقما.رواه البخارى : 5675
 Hilangkanlah penyakit wahai rabb manusia, dan sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, yang tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan (sisa) penyakit.
Dan menghiburnya dengan sabda Nabi :
 لا بأس طهور إن شاء الله.رواه البخارى :5662
Tidak apa-apa, sakit ini menghapu dosa, insya Allah.
Adapun orang yang sakit, dosa-dosanya akan terhapus oleh rasa sakit yang dia rasakan, tapi dengan syarat dia bersabar atas apa yang menimpanya dan yakin bahwa dosa-dosanya akan dihapus oleh Allah SWT dengan sakitnya. Seperti apa yang disabdakan Rosulullah SAW :
إن عظم الجزاء مع عظم البلاء و إن الله إذا أحب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط. رواه الترمذي :2396
Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dngan besarnya cobaan. Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho maka baginy keridhoan Allah, sedangkan barang siapa yang murka, maka baginya kemurkaan Allah.
Dan Rosulullah juga bersabda:
ما يصب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه
Tidaklah sesuatu yang menimpa seorang muslim dari kesusahan, kesulitan, kedukaan, kesedihan, penyakit, penderitaan, hingga duri yang menusuknya, melinkan Allah akan menghapus dosa-dosanya dengannya.
والله أعلم بالصواب

Selamat Tinggal Ramadhan, sehingga berjumpa lagi

Thursday 0 komentar
Tamatlah sudah ibadah puasa di bulan ramadhan alhamdulillah, dapat juga kita bertemu dengan Idulfitri pada tahun ini. Tahun hadapan belum tentu tapi kita berharap agar Allah panjangkan umur kita dan dapat pula kita penuhi dengan amalan-amalan yang bakal membawa kita ke destinasi kita yang sebenarnya, yakni syurga. Dalam kita menjamu juadah hari raya, jangan lupa akan kesihatan diri, terutama yang telah berumur dan dihinggapi berbagai penyakit seperti saya ini. Berpada-pada lah dengan makan minum kita sesungguhnya Allah tidak suka pada yang berlebih-lebihan. Dan ingatlah juga bahawa akal yang sihat itu berada didalam tubuh yang sihat. Terima kasih kerana sudi bertandang dan diharap manfaatkan sepenuhnya dari blog ini. Assalamualaikum.

Menghafal Qur'an dengan Seluruh Indera, Muhadaharah Bersama

1 komentar
Al-Quran, menjadikan hidup lebih hidup Pesan-pesan Ustadz Faris Jihadi Lc, Al-Hafidz Ketika Ustadz Ahmad Al Wasim Lc, Al-Hafidz memberikan kesempatan kepada santri untuk bertanya kepada Ustadz Faris Jihadi, ada seorang siswa Kafila International Islamic School yang bertanya tentang bagaimana cara menghayati Al-Qur’an dan mengambil faidah secara sempurnya? Ustadz Faris mengutip firman dalam surat Qof : 37 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. Kita dapat mengambil pelajaran bahwa untuk mendapatkan manfaat yang sempurna dari Al-Quran harus menghadirkan seluruh panca indera kita, dengan memfokuskan dan memperhatikan secara penuh. Seseorang yang menghafal AL-Qur’an akan menjadikan hidupnya lebih hidup, menjadikan karekternya sebagai soerang yang “ulul albab” yang sifat-sifat mereka telah disebutkan dalam AL-Quran olehnAllah dalam surat Ali-Imran : 190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. Yaitu seseorang yang menggabungkan antara “Dzikr” dan “Fikr”, Dzikir dengan selalu mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala, dan Fikr dengan selalu memikirkan alam semesta ini, membaca ayat-ayat kauniah yang Allah ciptakan di muka bumi. Beliau juga menyinggung bahwasanya dengan menghafal Al-Qur’an maka otak kita telah terbiasa untuk berlatih dan berolahraga fikiran. Dengan selalu memurajaahnya maka otak seseorang akan mencadi “encer” dan cerdas Insya Allah. Beliau yang sudah hafal Al-Qur’an sejak kelas 4 SD ini juga menjelaskan pentingnya pendidikan keluarga untuk membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an sejak dini, bahwa sebuah keluarga adalah titik awal dimana kecintaan kepada Al-Quran itu ditumbuhkan. Keluarga yang cinta Al-Quran akan sangat memotivasi seluruh anak-anak yang ada di rumah tersebut untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an. Sejak kecil beliau telah terbiasa untuk diajarkan Al-Quran oleh keluarganya minimal 2 kali dalam sehari, duduk untuk membaca dan bertadarus bersama keluarga secara kontinyu setiap hari, dan hasilnya dapat dirasakan bahwa hubungan kedekatan jiwa anak kepada Al-Quran sangat luar biasa. Anak sangat mencintai Al-Quran dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-harinya. Beliau yang selalu mendapat Juara 1 ketika belajar di SMU ini juga menjelaskan bahwa seorang penuntut ilmu harus membaca sejarah; sejarah peradaban, sejarah Islam, dan sejarah orang-orang terdahulu dan sekarang. Bagaiman mereka dapat mengukirkan nama besar mereka dalam sejarah Manusia, Imam ibnu Hajar Al-Asqolani misalnya yang menulis karyanya yang fenomelal “Fathul Baari Syarh Shohih Bukhari” selama 25 tahun. Sebuah kitab yang menjelaskan kandungan “Shohih Bukhari” secara luar bisa. Dengan membaca sejarang orang-orang yang telah mengukirkan namanya dengan tinta emas dalam sejarang peradaban manusia, para santri dapat belajar bagaimana pola dan kepribadian mereka sehingga dapat mencapai sesuatu yang sangat besar dalam kehidupan mereka. Bagaimana mereka memanajemen kehidupan dan waktu secara maksimal agar dapat memberikan sesuatu yang terbaik untuk Allah Subhanahu wa ta’ala. Memberikan kemanfaatan umat manusia generasinya dan bahkan generasi selanjutnya Aku

Nilai IPA 10, Azzam Robbani Raih Peringkat 1 UN 2011 di Ma’had Kafila

Sunday 0 komentar
Penantian yang mendebarkan tentang hasil ujian nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun 2011 sudah terjawab. Dalam apel pekanan Sabtu (4/6) Ust Yazid Abdul ‘Alim, Kepala Sekolah didampingi Ust. Arifudin Dzulzadani, Wakasek. Bid. Pendidikan dan Pengajaran menyampaikan hasil ujian nasional yang diraih oleh siswa kelas 3 MTs di Ma’had Kafila.
“Kita sedang belajar fiqh realita, dan ilmu ini sebetulnya sudah ada sejak zaman Rasulullah,” demikian pengantar Ust Yazid Abdul ‘Alim di hadapan para santri. Beliau juga mengingatkan bahwa apa yang telah diraih oleh siswa kelas 3 dapat dijadikan pelajarn bagi siswa lain khususnya adik-adik kelas.
Sementara itu, Ust Arifudin Dzulzadani menegaskan bahwa ujian nasional hanya salah satu cara untuk mengukur sejauh mana siswa memahami pelajaran, di samping itu masih ada banyak hal yang harus diukur selain kemampuan akademik, yaitu afektif/sikap dan psikomotorik/kreativitas. Maka selama menjalani proses persiapan ujian nasional, siswa tidak hanya digembleng dalam materi pelajaran, namun juga nilai-nilai kebersamaan, kesabaran, kerja keras, kejujuran dan karakter mulia lainnya.
“Setelah kita belajar bersabar dalam persiapan menghadapi ujian nasional, kini kita juga harus belajar menerima hasil ujian nasional. Yang meraih nilai memuaskan bersabar untuk tidak sombong, sementara siswa yang nilainya belum maksimal, bersabar untuk tidak pesimis,” demikian pesan Ust. Arifudin Dzulzadani. Menurut beliau, nilai UN tidak bisa menunjukkan kecerdasan sesorang.
“Contohnya, ada siswa yang nilai IPA 10, sementara yang lain 9,75. Namun yang nilainya 9,75 merasa kalah telak dari yang 10, padahal hanya selisih 1 nomor.”
Pada ujian nasional tahun ini , siswa MTs di Ma’had Kafila berhasil lulus 100% dengan nilai rata-rata UN murni 8.89 atau 35.57. Nilai tertinggi diraih oleh Azzam Robbani dengan mengumpulkan nilai total 38.00 yang terdiri atas : Bahasa Indonesia, 9.20; Bahasa Inggris, 9.80; Matematika, 9.00 dan IPA, 10. Sementara itu nilai paling rendah adalah 33.30 dimana para siswa tidak ada yang mendapat nilai di bawah 8.00 untuk setiap mata pelajaran.
“Untuk semuanya, pantang bagi kita untuk merasa inilah puncak kemenangan. Karena tidak ada jalan lain setelah puncak kecuali jalan menurun, demikian juga dalam grafik matematika,” pesan Ust Arifudin Dzulzadani menyikapi hasil UN 2011 yang mampu melampaui target. 
“Keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama, ada adik kelas, kakak kelas yang selalau membantu belajar malam, para musyrif Al Qur’an khususnya Ust Okri Novrizal yang selalu mendampingi siswa ada para pengasuh asrama dan semua lemen yang ada di Kafila,” tutup Ust Arifudin dalam pidato penyampain hasil belajar ujian nasional.
Dari Riyadh, Saudi Arabia Ust Sudarisman Ahmad juga menyampaikan pesan:
أهنئ معهد كافلة وبخاصة أبنائي في الصف الثالث بنجاحهم في الاختبارالوطني عسى الله أن  ينفعهم بعلومهم
آمين
 Selamat dan sukses untuk keluarga besar Kafila, terkhusus kelas 3 atas prestasi akademik UN. Semoga Allah memberi ilmu yang bermanfaat. Amin

:: Ujian bukan untuk mengukur kepandaian, tetapi  tapi untuk mengenali kepatuhan kita kepada proses belajar ::

Menghafal Qur'an dengan Seluruh Indera, Muhadaharah Bersama Ust Faris Jihady Hanifa

0 komentar
Al-Quran, menjadikan hidup lebih hidup Pesan-pesan Ustadz Faris Jihadi Lc, Al-Hafidz Ketika Ustadz Ahmad Al Wasim Lc, Al-Hafidz memberikan kesempatan kepada santri untuk bertanya kepada Ustadz Faris Jihadi, ada seorang siswa Kafila International Islamic School yang bertanya tentang bagaimana cara menghayati Al-Qur’an dan mengambil faidah secara sempurnya? Ustadz Faris mengutip firman dalam surat Qof : 37
 
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. 

Kita dapat mengambil pelajaran bahwa untuk mendapatkan manfaat yang sempurna dari Al-Quran harus menghadirkan seluruh panca indera kita, dengan memfokuskan dan memperhatikan secara penuh. Seseorang yang menghafal AL-Qur’an akan menjadikan hidupnya lebih hidup, menjadikan karekternya sebagai soerang yang “ulul albab” yang sifat-sifat mereka telah disebutkan dalam AL-Quran olehnAllah dalam surat Ali-Imran : 
 
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. 
 
Yaitu seseorang yang menggabungkan antara “Dzikr” dan “Fikr”, Dzikir dengan selalu mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala, dan Fikr dengan selalu memikirkan alam semesta ini, membaca ayat-ayat kauniah yang Allah ciptakan di muka bumi. 
 
Beliau juga menyinggung bahwasanya dengan menghafal Al-Qur’an maka otak kita telah terbiasa untuk berlatih dan berolahraga fikiran. Dengan selalu memurajaahnya maka otak seseorang akan mencadi “encer” dan cerdas Insya Allah. Beliau yang sudah hafal Al-Qur’an sejak kelas 4 SD ini juga menjelaskan pentingnya pendidikan keluarga untuk membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an sejak dini, bahwa sebuah keluarga adalah titik awal dimana kecintaan kepada Al-Quran itu ditumbuhkan. Keluarga yang cinta Al-Quran akan sangat memotivasi seluruh anak-anak yang ada di rumah tersebut untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an. Sejak kecil beliau telah terbiasa untuk diajarkan Al-Quran oleh keluarganya minimal 2 kali dalam sehari, duduk untuk membaca dan bertadarus bersama keluarga secara kontinyu setiap hari, dan hasilnya dapat dirasakan bahwa hubungan kedekatan jiwa anak kepada Al-Quran sangat luar biasa.

Anak sangat mencintai Al-Quran dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-harinya. Beliau yang selalu mendapat Juara 1 ketika belajar di SMU ini juga menjelaskan bahwa seorang penuntut ilmu harus membaca sejarah; sejarah peradaban, sejarah Islam, dan sejarah orang-orang terdahulu dan sekarang. Bagaiman mereka dapat mengukirkan nama besar mereka dalam sejarah Manusia, Imam ibnu Hajar Al-Asqolani misalnya yang menulis karyanya yang fenomelal “Fathul Baari Syarh Shohih Bukhari” selama 25 tahun. Sebuah kitab yang menjelaskan kandungan “Shohih Bukhari” secara luar bisa. Dengan membaca sejarang orang-orang yang telah mengukirkan namanya dengan tinta emas dalam sejarang peradaban manusia, para santri dapat belajar bagaimana pola dan kepribadian mereka sehingga dapat mencapai sesuatu yang sangat besar dalam kehidupan mereka. Bagaimana mereka memanajemen kehidupan dan waktu secara maksimal agar dapat memberikan sesuatu yang terbaik untuk Allah Subhanahu wa ta’ala. Memberikan kemanfaatan umat manusia generasinya dan bahkan generasi selanjutnya